Oktober 30, 2021

Sebuah Jawaban

        Once upon a time, aku suka kamu.. mau bilang tapi ragu takut kamu ilfeel sama aku. I told that i like you to my friends dan mereka mendukungku. Tapi nyatanya aku tak seberani itu untuk mengungkapkan. dengan kata lain aku... entahlah terlalu sulit untuk dijelaskan. ku pendam rasa ini hari demi hari, bulan demi bulan.. hingga one day, finally aku memberi tahumu. Awalnya ku anggap hanya sebagai candaan semata jika kamu tidak menanggapinya sesuai dengan pikiranku. Satu hari terlewati, aku tak berharap banyak. Lega memang walau dapat dibilang bertepuk sebelah tangan. Ketika kamu bertanya "Lagi nyantai ga?" dan semua harapan yang ku pendam mencuat kembali. Kamu unpredictable, mana aku tahu bahwa kamu juga suka padaku. Senang sekali rasanya dikira bertepuk sebelah tangan dan hanya berangan-angan namun ini menjadi akan menjadi sebuah kenangan yang indah mengagumkan untuk sebuah masa depan bersamamu. Kamu bertanya, ingin ku katakan "iya" namun mengapa sesulit itu? ku tanyakan kepada teman-teman mengenai ini dan mereka menyarankan untuk bilang "iya" hmm.. aku degdegan, ya ampun tidak menyangka akan menjadi seperti ini antara aku dengan kamu. Semoga kita selamanya ya.. semoga dan terima kasih atas perasaan yang kamu berikan kepadaku. 


Note: Cerita diangkat dari kisah nyata teman penulis. -Ns

(Semoga bahagia kamu dengan dia)

September 15, 2021

Hidupku ...

Ku ingin hidup dengan sederhana
Seperti mentari yang menyinari bumi
Ku ingin hidup dengan damai
Seperti hujan yang membasahi tanah 

Ku pikir itu akan mudah, namun ternyata banyak lika-likunya. Kini ku sudah beranjak dewasa, mengerti akan dunia yang penuh fana. Akan kah semua menjadi sia-sia dan terbuang percuma? Atau akan cerah seperti sang raja? 

Peduli apa mereka dengan ini semua? Atas nama diri yang tidak bisa apa-apa, akan ku pastikan menjadi luar biasa. Walau masa lalu biasa saja bahkan dapat dibilang tidak terduga oleh banyak orang. Tuhan punya rencana dan manusia yang menjalankannya. Jadi ku putuskan bahwa, akan terjadi hal luar biasa namun dapat diatasi dengan hidup damai sejahtera. -Ns

Juni 05, 2021

KEMARIN

Senja dan aku sudah tidak berteman. Dia memberikan rasa dingin yang begitu menyakitkan, tanpa alasan. Pula dengan hujan, angin, malam dan fajar. Hanya matahari yang membuatku bertahan, entah sampai kapan. Apakah ada secercah harapan, untukku yang masih mau bertahan? 

Ku tuangkan semuanya pada tulisan dan Tuhan. Harap ada kecemasan yang datang dari orang. Itu bertanda peduli bukan? Tidak rasa kasihan yang aku butuhkan, melainkan sebuah perhatian. (Januari) -Ns